Sleep*

Texas_Sleep

Sebuah SMS mendarat kemarin siang.

Sayah membacanya pada “break” tidur. Tidur pembalasan karena semalam sebelumnya sayah ngumpul dengan teman-teman sampai jam setengah 3 pagi, dan baru tidur sempurna setelah jam 10 siang.

Sebuah SMS mendarat kemarin siang.

Tidur itu sayah awali dengan menelepon Adh, yang beberapa hari ini sedang super sibuk. Makanya tidur itu begitu melegakan. Kelegaan karena sudah beberapa hari kami tak ngobrol layak, ditambah dengan cemasnya sayah akan batuk hebatnya akhir-akhir ini. Suaranya memberat, namun lebih tenang kemarin. Obrolan tak beraturan, namun nyaman. Menyepikan rindu kami. Percakapan itu sayah tutup, “Aku tidur dulu ya, ngantuk banget,” dan Adh: “Iya, met istirahat ya.”

Sebuah SMS mendarat kemarin siang.

Seluler sayah menggetar, tak terlalu lama sejak sayah memejamkan mata. Dari Adh. Sayah tak menduga apapun isinya. Sayah sangka hanya sms seperti biasanya. Mengerjap kecil sayah membaca sekenanya:

“Kamunya lagi tidur. Seneng kalo liat pacar Adh tidur, ganteeeeng bgt. Jadi makin sayang :)

Mata sayah membuka sempurna, membaca SMS itu sekali lagi. Tersenyum lebar. Lalu sayah pejamkan mata lagi, meyakini tidur sayah akan lebih nyenyak lagi. Terima kasih Adh, sayang kamu juga.

* “Sleep” merupakan single ketiga dari band Texas dari album mereka “Red Book” yang dirilis pada 9 Januari 2006 (dan kayanya abis itu belum kedengeran meluncurkan yang lain). Konon lagu ini dibikin dalam 3 format yang berbeda: 2 audio CD dan 1 DVD. Kiprahnya di chart hanya menapak tangga ke-6 UK Singles.

* Rating sayah: 0 (belum pernah denger, he he)

The Next Best Thing*

Raywilson_thenextbestthing

Here I am … sitting alone in middle-class-mall. Ha ha … sayah menyebutnya begitu karena memang jualan di dalamnya terjangkau untuk ukuran kantong kelas menengah. Jadi sayah masuk kategori menengahkah? He he, terlalu pongah sih, tapi kalau dibilang kelas bawah, ya kok kebangetan. Bisa makan 3 kali sehari (bahkan bisa milih-milih menu makanan) itu kan nggak bisa dibilang kelas bawah bukan?

Oke, bali lagi ke middle-class-mall. Sayah ke sini karena … butuh me time. Waktu untuk diri sayah sendiri, waktu untuk menikmati waktu tanpa perlu kompromi dengan orang lain. Waktu untuk memencet tombol “pause”. Sayah sedang penuh dengan printilan-printilan yang tak berhenti mengalir; di mana printilan satu kadang membuat sayah harus menyisihkan printilan yang lain. Sedihnya, sayah seringkali jadi terlupa untuk mengerjakan printilan yang biasanya sayah lakukan.

Opo tho printilan itu? Urusan hidup saudara-saudara. Ya kerjaan, ya masalah keluarga, pertemanan things, kehidupan cinta, tetek bengek hidup di kota macet Jakarta, rutinitas-rutinitas sebagai anak kontrakan. Perlu digarisbawahi, sayah tidak membicarakan (menuliskan) printilan itu dalam konteks mengeluh. Sayah justru sedang fase menikmati printilan. Yakin menikmati? Hmm … yang jelas, ketika telepon seluler sayah hilang kemarin (satu printilan nih), sayah kok merasa tidak sedih or kecewa banget ya (tapi ya Alloh, bukan berarti sayah menantang Tuhan untuk memberikan ujian yang lebih berat lho, knock knock knock). Yang sayah pikirkan waktu itu hanya, “Ok hape ilang, artinya sayah memang sudah saatnya ganti. What next?” Dan “next” itu langsung hadir di depan mata. Tanpa memberikan sayah waktu untuk mengecewai hape yang ilang.

Salah satu “next” itu: pekerjaan baru (tentu plus kantor baru, lingkungan baru, tanggung jawab baru, rute perjalanan baru). Ini sudah pe-er banget di kepala sayah: berangkat lebih siang namun harus spend waktu lebih banyak dengan tenaga dan mental lebih strong (macet, antri busway, gerah). Lalu beradaptasi jobdesk dengan membersihkan sisa-sisa pekerjaan peninggalan orang sebelumnya yang ribet banget. Terus, bidang kerja plus lingkungannya yang beda banget bahkan bahasanya.

“Next” berikutnya: urusan rumah kontrakan. Semenjak pembantu resign pasca Lebaran, rumah makin kotor. Dan pembantu baru yang baru dua hari aktif, punya jam masuk siang hari yang tentu saja tidak bisa sayah supervisi. Sebagai orang yang gatel untuk masalah kebersihan dan kerapian, tentu menjadi printilan sendiri menyaksikan rumah tak jauh beda ketika belum ada pembantu baru. Nggak bisa berbuat apa-apa karena teman-teman sekontrakan lain sepertinya nggak mau mensupervisi, dan hanya bisa protes ke sayah -yang memang sudah bisa mengurusi aktivitas rumah tangga di kontrakan itu. Inginkah sayah marah pada pembantu itu? Sama sekali tidak lho, it’s just another printilan.

So … here we again. I trapped in a middle-class-mall. Menghadapi printilan lain, menghabiskan waktu hingga 2 jam ke depan agar lalu lintas jalan sudah mereda. Toh kebetulan di luar hujan. Kebetulan lagi sayah harus mengurus simcard hape sayah yang ilang. Printilan menghabiskan waktu terenyahkan dari pikiran karena sayah harus menghadapi printilan simcard dan menghindari hujan. Jadi, buat apa mengkhawatirkan another “next” printilan. Yang perlu sayah lakukan adalah meyakini bahwa sayah sedang menunggu “the next best thing” …  MY NEXT BEST THING.

* Single ini ada di track terakhir dari album kedua Ray Wilson yang bertajuk sama: “The Next Best Thing”. Tak terlalu sukses, baik di Amerika maupun benua asal Wilson, Eropa. Pria kelahiran Skotlandia ini juga pernah menjadi vokalis band Stiltskin dan Genesis [menggantikan Phil Collins yang cabut pada tahun (1996)].

* Rating sayah: 0 (belum pernah denger, he he)

You’ve Got a Friend*

Ygaf1

I’m happy. This evening and my girls are going to hang out … again. Yeah, my girls -because I’m the only guy, hue hue- … my dearest friends on earth, my best friends since I was in college. My closest circle. Can’t wait for it since last Saturday, when Dhiv called me about it. Yie will become the star, caused we hadn’t seen her for almost a half year. Two others confirmed to attend. Yippie.

* Lagu peraih 1971 Grammy’s Song of the Year itu ternyata lebih meledak ketika dinyanyikan oleh James Taylor (he received the Best Pop Vocal Performance-Male pada tahun yang sama). Padahal Carole King penyanyi asli -sekaligus penulisnya- merilis single ini (diambil dari album Tapestry) beberapa bulan lebih awal. Setelah itu … wow … cover version-nya bermunculan di mana-mana. Termasuk di Asia, seperti Jepang, Korea danIndonesia (kayanya Syaharani dan beberapa artis kita pernah record lagu ini di album mereka).

* Sayah baru bener-bener kenal dan suka lagu ini ketika dinyanyikan keroyokan oleh Celine Dion, Shania Twain, Gloria Estefan dan si Oma King sendiri pada konser VH1 Divas Live  tahun 1998. Single ini dijadikan gacoan kedua -setelah (You Make Me Feel Like) A Natural Woman- dari album tuh konser. Dari perkenalan awal, lagu ini lalu jadi sering muncul di benak sayah kalau bersinggungan dengan momen melow dengan teman, rekan dan sahabat sayah.

* Rating sayah: 4 bintang (menerawang)

Obsessed*

200px-Obsessed_reduced

Hari ini sayah nggak makan sahur. Seriously, seperti ucapan temen baik sayah kemarin tak keliru. Bahwa sayah … “sakit”. Terbangun jam 3, sayah sama sekali tak lapar. Padahal kemarin pas buka, sayah hanya makan: selada, telur, tempe, tahu dan krupuk, tanpa nasi; serta segelas besar es teh yang tak begitu manis (hanya sesendok datar gula). Emang sih, abis itu sempet ngemil 2-3 biskuit, dan 2 potong martabak keju. Tapi apa bener kalau sayah sampai tak punya space untuk sahur, tak punya hasrat sedikitpun untuk mengisi perut karena … MERASA SUDAH FULL (dan sepertinya memang full, karena pasca subuh saya bisa poopy lumayan banyak -terlalu detail ya?). Akhirnya sayah cuma mendesak untuk memasukkan air putih dan Pocari Sweat saja. Sampai detik sayah menulis posting ini, sayah tetap merasa penuh, alias kenyang.

Dalam perbincangan dengan teman super baik sayah kemarin via YM, dia menyebut sayah “sakit” karena sayah obsessed ama diet, pengen kurus. Padahal according to dia (dan -ternyata- beberapa teman sayah juga bilang), sayah sudah cukup kurus. Waduh, jadi bener mindset sayah yang memang rusak? Emang “sakit”?

Ini bermula -meski ini bukan “sakit” yang pertama kali- ketika bulan April lalu, sayah join gym dengan niat untuk hidup sehat. Ehm, emang sih ada hasrat untuk kurus. Karenanya sayah pun mendampingi rutinitas fitness sayah dengan diet. Dietnya tentu diet ala sayah. Sembarangan? Hmm … referensi sayah sih dari apa yang sayah baca, dan yang jelas sayah yakin bahwa sayah mengenal tubuh sayah sendiri. Berapa asupan yang cukup untuk tubuh sayah, dan gimana biar tubuh sayah tetap sehat, tentu saja sayah hafal toh? Lha wong sayah sudah memakai tubuh ini lebih dari 27 tahun.

Nah, akhirnya keterusan, ketika break fitness karena jelang puasa, sayah tetap menggunakan pola makan (diet) yang sudah terlanjur biasa. Jadi, sayah menghilangkan nasi, tapi menggantinya dengan karbohidrat berupa oatmeal. And i like it. Sayah suka oatmeal dan sekarang bisa memakannya dengan apa aja, layaknya nasi. Suka lagi harganya, hanya 29ribu tapi bisa buat sarapan lebih dari sebulan, he he. Di luar oatmeal, sayah akan meminimalisir karbo, entah lontong, kentang (eew), jagung, singkong, ubi, ataupun sagu (ha ha, sayah pun nggak yakin tahu makanan pokok yang satu ini). Sayah banyakin makan sayur, buah dan minum air putih. It works, sayah juga ngerasa badan sayah enakan. Lebih fit. Apalagi sayah ngimbangin pola makan sayah itu dengan olahraga. Badminton 2x seminggu (masing-masing 2-3 jam), dan jalan kaki. Yup, sayah suka jalan minimal 30 menit sehari, sekalian berangkat ke kantor maksudnya. Plus exercise di rumah macam sit-up, push-up dan angkat beban dikit-dikit. It works (lagi) … sayah merasa kurusan. Timbangan terakhir sayah nunjuk angka 60-61 kilo, 2-3 minggu yang lalu.

Tapi, jika biasanya sayah bereaksi standar ketika teman super baik sayah menunjukkan ketidaksukaannya terhadap keinginan sayah untuk sehat itu (versi dia: obsesi untuk kurus), beda dengan kemarin. Sayah merasa dia tulus membenci yang sayah lakukan. Seperti dia memandang penyakit buruk, bahwa sayah “sakit”. Plus, temen sekantor sayah -kemarin juga- bilang, “Celana lo kaya celana tidur, kedodoran.” What??? Padahal itu salah satu celana the best sayah, yang dulu fit with everything.

Ditambah lagi kejadian hari ini, yang sayah nggak merasa lapar. Serem nggak sih? Padahal sayah sekarang puasa, dan makanan buka kemaren seharusnya hanya untuk mengganjal kekosongan energi sayah pada puasa sebelumnya. Sayah jadi takut.

PS: Tar buka makan nasi ah, dikit. Kan tar malem mau badminton juga.

* Tanggal 16 Juni lalu single ini premiere di radio Amerika, dan langsung bercokol di tangga ke-11 Billboard Hot 100 -dan menjadi highest Hot 100 debut Tante Mariah Carey sejak 1998. “Obsessed” pula yang menjadikan Mariah menjadi salah satu dari 8 female singer dalam sejarah yang mempunyai 40 hit (atau lebih) yang masuk ke chart. Single ini menjadi pemanasan Mariah sebelum merilis her 12th studio album, “Memoirs of an Imperfect Angel” (buset judulnya makin aneh-aneh deh) pada 29 September nanti. Ssst, konon single ini ditujukan ke Eminem yang nyindir suami Mariah, Nick Cannon, lewat “Bagpipes from Baghdad”. Kabarnya juga Eminem membalas lagi dengan merilis single “The Warning”. Ha ha ha. Bagus, berantem yang kreatif.

* Bagaimana kritikus musik berpendapat? Daniel Kreps dari Rolling Stone menyatakan, “The biting mid-tempo track is already more musically and lyrically engrossing than E=MC2 singles.” MTV menyebut lagu ini sebagai, “Glossy, flossy, and decidedly ‘urban’.” Billboard ngomong begini, “Carey has crafted a gem of a diss record” and stated it could possibly be her 19th chart-topper.” -sayangnya tak terjadi, posisi tertingginya hanya di tangga ke-11. Majalah People bahkan mengukuhkan “Obsessed” sebagai “Single of the Week”, dan menyebutnya “[a] summery midtempo bouncer”.

* Sayah? Suka sejenak saja. Padahal I used to be Mariah biggest fans. Lama-lama didengar kok annoyed by its chorus’ lyric ya? (Bagian “Boy I want to know” yang diplintir-plintir gaya Cher nyanyi “Believe”, tapi jujur line ini sempet terngiang-ngiang beberapa waktu). Apalagi temen super baik sayah yang dulu suka juga dengan singer ini malah mencaci-cacinya pun.

* Rating sayah: 2 bintang (hmm … ajah)

Just My Imagination*

23017nsns

Sudah hampir tengah malam. Seharusnya sayah sudah tidur, karena dari tarawih tadi sayah dah ngerasa ngantuk banget. Tapi ternyata tidak. Bahkan keasyikan membaca blog yang sayah temukan tadi siang, sayah terjaga sepenuh hati. Niatan untuk cepat tidur, kemudian terbangun tengah malam untuk tahajud malah tak terealisasikan. Apalagi, abis tahajud niatan sayah adalah membuat persiapan meeting esok -yang sudah digadang-gadang Pak Mice dari tadi pagi. Sama sekali tak ada yang terealisasi.

Hff … kerjaan kantor sedang seru. Sayah menikmati sekali job desk yang sekarang sayah jalani. Walaupun dari segi keamanan posisi, masih sama mengkuatirkannya dengan posisi sayah sebelumnya. Lebih cenderung karena bos besar yang super gila, yang dengan mudahnya mematikan divisi atau memecat karyawan, atau bahkan dengan mudahnya mematikan perusahaan. Kembali ke pekerjaan, hari ini semua tugas sudah sayah selesaikan. Setidaknya grand design-nya sudah kelar. Tinggal finishing yang insya alloh dari segi waktu masih cukup -secara semuanya baru akan dieksekusi di bulan September nanti. Nah, besok adalah meeting untuk membahas eksekusinya itu. Rencana sayah (lagi), sayah besok come-up with ideas. Gitu lho. Ha ha ha, apa daya, hanya imajinasi sayah saja.

*Single ini diambil dari album keempat band Irlandia, The Cranberries. Jagoan keempat dari album “Bury the Hatchet” (1999) ini ditulis sendiri oleh Dolores O’Riordon (plus nyusun lirik) dan Noel Hogan. Sayang prestasi track ini -bahkan keseluruhan album- tak begitu memuaskan. Bahkan di Amerika, sampai April 2007, nih album hanya kejual 377 ribu kopi. Padahal ‘Bury” adalah album yang dirilis setelah masa vakum The Cranberries sejak tahun 1996.

* Pemakaian judul ini agak maksa, hi hi. Karena posting tulisan ini buru-buru. Secara seharusnya sayah sudah tidur. Dan sekarang ga kepikiran judul lain yang nyambung. Keingetnya ya lagu ini. Sayah membeli album “Bury the Hatchet” karena lagu “Animal Instinct” jaman kelas 3 SMA dulu … nah pas denger track per track, akhirnya kuping sayah nemu enaknya “Just My Imagination”. Intro gitar yang bikin penasaran, ditambah genjrengan lanjutannya bikin nuansa riang. Sangat cocok untuk memulai hari.

* Rating sayah: 3 bintang (manggut-manggut)

Ordinary Day*

OrdinaryDay

Hari pertama kerja di bulan puasa. Karena baru kali ini sayah menjalani Ramadhan di kantor ini, sayah masih meraba-raba tradisi apa yang biasa ada. Yang jelas, mulai hari ini jam kerja berkurang setengah jam. Jika biasanya kelar kantor jam 17.00, khusus untuk muslim yang berpuasa (CATAT: yang berpuasa) diperkenankan pulang jam 16.30. Namun jam istirahat berkurang dari jam 12.00-13.00 menjadi 12.00-12.30. Lumayan kan? Lagian istirahat lama-lama juga ngapain, paling tidur di musholla.

Di samping itu, sayah sih berusaha untuk tetap menjalani aktivitas sayah secara normal. I mean, same as the other months. Bukan berarti akhirnya jadi banyakan tidur, atau jadi mengubah rutinitas. Misalnya saja hari ini, sayah tetap sit-up di pagi hari, tetap mandi jam 06.00, dan berangkat jam 7 kurang. Dan, seperti biasa pula sayah jalan kaki dari fly over Permata Hijau sampai kantor. Wah, tapi jujur, sekarang lebih berasa. Tenggorokan sepet, karena kalau biasanya sampai kantor sayah langsung minum. Kini sayah sementara tidak bisa melakukannya.

Hanya sedikit-sedikit penyesuaian saja. Lainnya sama. Seperti hari-hari biasa.

* Single kedua dari album rilis resmi pertama “Be Not Nobody” dari Vanessa Carlton ini ditulis sendiri olehnya ketika ia masih berumur 17 tahun. Konon lagu ini dicipta Carlton dalam satu rentang waktu saja, tanpa ia beranjak dari piano sama sekali. Sayangnya di tangga lagu Amerika sayangnya lagu ini hanya mampu mendaki hingga posisi 30 sejak diluncurkan pada Tahun Baru 2002. Sebagian dari lagu ini digunakan dalam trailer Martian Child (2007).

* Sayah menikmati lagu ini karena tuts-tuts nada di piano yang dijentik jemari Carlton sangat powerful. Dipadu dengan suara soft rock-nya membuat lagu ini terasa megah. Memang sih dibandingkan single debutannya, “A Thousand Miles” popularitas lagu ini kalah jauh. Sayah pribadi lebih menyukai “Ordinary Day”.

* Rating sayah: 3 bintang (manggut-manggut)

I’m Good*

blaque_imgood_pack

Yeah, I’m good. Ha ha. Itu yang sayah ucap setelah merasakan hasil masakan yang sayah buat. Bukan sayah saja. Teman kontrakan sayah juga mau makan, ha ha, belum berkomentar enak banget sih, tapi dia mau makan tandanya makanan sayah cukup layak untuk dikonsumsi. Yup, dia makan “Orak-arik Sawi Ayam” dan “Es Semangka Kristal” ala Fal. Nggak jadi bikin menu seperti yang sayah sebut sebelumnya.

Nah, yang terjadi adalah begini. Jelang waktu buka, sekitar jam 17.20 sayah mulai ke dapur. Dan meracik bahan-bahan yang tadi sudah sayah beli. Dari rencana membuat bubur, akhirnya sayah malah mengubahnya menjadi orak-arik karena sayah baru ingat punya simpanan telor. Dengan sedikit nekat, karena sayah nggak bisa mencicipi rasa masakan, sayah masuk-masukkan saja ke wajan. Rebus ayamnya, oseng sawi dan telornya. Campur semuanya. Dan voila. Jadi. Untuk esnya sayah cuma melumerkan gula dengan sedikit air. Poton-potong dadu agar-agar dan semangka. Susun bertingkat di gelas. Jadi.

Pas bedug Maghrib, sayah makan tuh masakan. Ga buruk lho. Enak bahkan. Tak rugi bisa berhemat hari ini.  I’m good guys. Haha.

* Single ini dinyanyikan trio vokal Blaque dan digarap oleh Rodney Jerkins, LeShawn Daniels, Fred Jerkins III plus salah satu anggota Blaque, Natina Reed. Track ini merupakan single kedua dari album ketiga Torch, sekaligus menjadi jagoan untuk soundtrack filmnya Jessica Alba, “Honey”.  Sayang langkahnya di chart tak begitu bagus.

* Sayah sih suka, karena memang sayah suka ama Blaque. Dan kemunculan lagu ini pada tahun 2004 membuat kerinduan pada trio didikan almarhumah Left Eye-nya TLC itu terpenuhi. Basically sayah juga memang suka tipe lagu R&B seperti yang penuh, up beat dengan vokal yang nge-soul. Ke mana ya mereka sekarang.

* Rating sayah: 3 bintang (manggut-manggut)

Feelin’ So Good*

Jennifer_Lopez_-_Feelin_So_Good_-_CD_single_cover

Sayah suka perasaan yang mengenakkan hadir kala Ramadhan. Seperti yang sayah rasakan sekarang; selalu jadi terpacu untuk masak. Karena … biasa, selain untuk menghabiskan waktu jelang buka (atau kalau bangun terlalu cepat, bisa buat mem-pending sahur biar lebih dekat dengan waktu Imsak), juga buat pengiritan. He he. Tapi bener deh, sayah tak gampang tergoda dengan makanan luar. Tapi kalau melihat menu-menu makanan di TV atau koran atau majalah, jadi kepikiran untuk masak. Mencocokkan bahan makanan yang ada di rumah, terus ingin berkreasi, menjadikan bahan-bahan itu menjadi lebih sedap dimakan. Kaya emak-emak nggak sih?

Seperti pagi ini, sayah barusan nonton ‘Ala Chef Farah Quinn’ di TransTV, sebelumnya sayah juga sempet liat Gogirl! Magazine yang ngasih 2 resep masakan dari Farah Quinn juga. Akhirnya tadi ketika si Mbak belanja ke tukang ayam keliling, sayah pun ngikut beli 4 dada ayam. Nah, lalu sayah kepikiran untuk memadukan tuh ayam dengan oatmeal instan yang biasa sayah makan. Akhirnya terpikirlah konsep resep: ‘Bubur Oatmeal Dada Ayam’ yang nanti sore rencananya sayah masak untuk buka. Tak berapa lama tukang sayur lewat … klop, sayah aplikasikanlah konsep ‘hijau’ untuk resep itu dengan sawi -salah satu sayur favorit sayah.

Nggak sabar … pengen rasanya cepet sore, cepet masak dan begitu kelar sayah bisa ngikut gaya Farah Quinn: “This is it, Bubur Hijau Oatmeal Dada Ayam ala Fal.” He he. Menyenangkan.

* “Feelin’ So Good” merupakan single keempat Jennifer Lopez dari album debutnya, “On the 6″. Rapper Big Pun dan Fat Joe tampil pula di lagu yang mengandung sampel dari “Set It Off”-nya Strafe (1984). Kabarnya jeung J-Lo menginginkannya single ini untuk dijadikan gacoan perdananya, dibandingkan “If You had My Love”. Dirilis pada 17 Maret 2000, memang nih lagu tak sesukses single andalan tadi. Meski demikian para kritikus musik justru menilai ini sebagai salah satu lagu terbaik J-Lo.

* Sayah tahu lagu ini bukan setelah single-nya resmi dirilis. Sayah dah suka dari ketika denger album “On the 6″ secara keseluruhan. Yah, sayah awalnya memang tergila-gila pada single perdana jeung J-Lo. Oleh itu sahabat sayah akhirnya memberi surprise dengan membelikan album tersebut. Dan pertama mendengar lagu ini, sayah langsung suka.

* Rating sayah 3 bintang (manggut-manggut)

The First Night*

The_First_Night

Malam pertama jelang Ramadhan seperti biasa merupakan malam pertama untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih. Alhamdulillah, sayah masih berkesempatan untuk melaksanakannya tahun ini. Alhamdulillah juga dengan kondisi keterpaksaan, sayah mau dan akhirnya puas bisa melaksanakannya.

Ceritanya begini, pulang kerja, seperti rencana, sayah pulang “teng go” alias jam 5 langsung cabut. Sayah sudah mengantisipasi bahwa jalanan akan macet. Karena semua orang pasti pengen cepet pulang untuk bisa tarawih di rumah juga. Nah, di luar kantor sayah melihat sepanjang Jalan Sudirman sudah terayapi oleh kendaraan. Akhirnya sayah memilih untuk jalan kaki saja menembus Senayan menuju Permata Hijau. Berhasil, dalam 40 menit sayah sampai, pongah karena orang-orang di mobil yang stuck karena macet bisa saya salip. Di depan ITC Permata Hijau sayah kemudian naik metro mini 70. Dan sudah sayah sangka, sepanjang jalan menuju Joglo, metro mini yang sayah tumpangi bergerak super lambat. Macet luar biasa. Sayah sampai ketiduran. Terbangun di depan SPBU Jl. Raya Joglo sudah jam 18.50. Sayah kaget karena belum sholat Maghrib tapi belum sampai rumah. Akhirnya sayah turun, dan masuk komplek SPBU untuk mencari musholla. Alhamdulillah masih keburu.

Usai sholat, sayah pun bergegas berjalan kaki lagi menuju rumah. Baru sekitar 100 meter, tepat di seberang Masjid Nurul Iman, azan Isya’ berkumandang. Pilihannya: memenuhi nafsu untuk segera pulang atau berhenti di masjid itu untuk sholat Isya’. Bukan, sekaligus untuk menjalani malam pertama tarawih.

Sayah beberapa detik berpikir -menandakan bahwa iman sayah memang belum seberapa. Tapi kemudian sayah melangkahkan kaki di sela-sela mobil-mobil yang sedang terhenti karena macet untuk menuju masjid megah itu. Pertama kalinya sayah masuk ke sana, pertama kalinya sayah sholat di sana, pertama kalinya sayah tarawih di sana.

Tak menyesal, ketika usai, sayah merasa sangat lega. Dan -maaf- bangga karena memilih untuk berhenti sejenak di masjid itu. Sayah ke luar dengan pikiran, “Malam pertama ini adalah modal awal menjalani malam-malam berikutnya di bulan penuh berkah. I made the right choice.” Tersenyum, sayah pun mengayunkan kaki untuk pulang.

*Single ini merupakan jagoan kedua Monica dari album keduanya, “The Boy is Mine”. Keberhasilannya menduduki chart pertama di Amerika menyusul kesuksesan single pertamanya -bertajuk sama dengan albumnya, hasil duet fenomenal dengan Brandy. Lagu ini memuat sample “Love Hangover”-nya Marilyn McLeod dan Pam Sawyer (1976). Dirilis pada 24 Juli 1998, “The First Night” menjadi single tersukses di dunia pada tahun itu, bahkan menjawarai Billboard Hot 100 dan Hot R&B/Hip-Hop Singles & Tracks bersamaan selama beberapa minggu.

* Lagu ini yang akhirnya membuat sayah ingin punya album “The Boy is Mine”. Beat middle dan humming-nya suara Monica yang sengau menjadikan lagu ini catchy. Single ini juga sempat sayah favoritkan kala itu, ketika masih SMA. Sayang sayah tak punya teman berbagi untuk mendengarkan nih lagu. Jaman itu jaman boyband sih.

* Rating sayah: 3 bintang (manggut-manggut)

Addicted*

Enrique-Iglesias-Addicted-263722-991

Weekend, seperti biasa sayah akan menghabiskan waktu di rumah saja. Kumpulan DVD yang belum tertonton sudah tersedia di depan TV sejak matahari belum sempurna bersinar. Malah after Subuh sayah sudah duduk khidmat. Sayah lalui hari ini dengan memperhatikan Hugh Laurie beraksi di serial HOUSE yang sedang sayah gandrungi. Sampe sekarang, ketika jam sudah melewati angka 2 lebih 13 menit, am … jelang Subuh lagi. Sayah baru saja menyudahi HOUSE dengan memaksa diri memalingkan muka dari TV ke laptop ini. Ha ha.

Sayah memang kecanduan pada DVD, kecanduan nonton film. Bukan barang baru memang, karena memang dari kecil sayah menyukai kegiatan menonton. Dimulai dari dulu ketika Bapak mengajak sayah nonton ‘Saur Sepuh’ bersama kakak sayah, di Press (atau Pris ya?), bioskop paling oke di kota kecil dimana sayah lahir dan dibesarkan. Bayangan tentang hebatnya orang bisa membuat imitasi rajawali raksasa pada film itu begitu melekat kuat sehingga sampai kini sayah selalu menyandu pada karya seni bernama film. So … akhir pekan -bahkan setiap pulang kantor dan TV nganggur- sayah akan menyempatkan diri untuk nonton DVD, memenuhi kecanduan sayah.

* Addicted adalah single pertama Enrique Iglesias dari albumnya yang bertitel 7. Putra penyanyi legendaris Julio Iglesias ini mengaku menulis lagu ini ketika sedang melakukan tur di Jerman. Yang sayah ingat tentu video klipnya, di mana ada si Mischa Borton jadi modelnya. Tentang lagunya sendiri, gaya Enrique menyanyi yang menyayat-nyayat lebay justru membuat sayah suka. Setidaknya kadang lagu ini ngangenin.

* Rating sayah: 2 bintang (hmm … ajah)

« Entri lama