
Hari ini sayah nggak makan sahur. Seriously, seperti ucapan temen baik sayah kemarin tak keliru. Bahwa sayah … “sakit”. Terbangun jam 3, sayah sama sekali tak lapar. Padahal kemarin pas buka, sayah hanya makan: selada, telur, tempe, tahu dan krupuk, tanpa nasi; serta segelas besar es teh yang tak begitu manis (hanya sesendok datar gula). Emang sih, abis itu sempet ngemil 2-3 biskuit, dan 2 potong martabak keju. Tapi apa bener kalau sayah sampai tak punya space untuk sahur, tak punya hasrat sedikitpun untuk mengisi perut karena … MERASA SUDAH FULL (dan sepertinya memang full, karena pasca subuh saya bisa poopy lumayan banyak -terlalu detail ya?). Akhirnya sayah cuma mendesak untuk memasukkan air putih dan Pocari Sweat saja. Sampai detik sayah menulis posting ini, sayah tetap merasa penuh, alias kenyang.
Dalam perbincangan dengan teman super baik sayah kemarin via YM, dia menyebut sayah “sakit” karena sayah obsessed ama diet, pengen kurus. Padahal according to dia (dan -ternyata- beberapa teman sayah juga bilang), sayah sudah cukup kurus. Waduh, jadi bener mindset sayah yang memang rusak? Emang “sakit”?
Ini bermula -meski ini bukan “sakit” yang pertama kali- ketika bulan April lalu, sayah join gym dengan niat untuk hidup sehat. Ehm, emang sih ada hasrat untuk kurus. Karenanya sayah pun mendampingi rutinitas fitness sayah dengan diet. Dietnya tentu diet ala sayah. Sembarangan? Hmm … referensi sayah sih dari apa yang sayah baca, dan yang jelas sayah yakin bahwa sayah mengenal tubuh sayah sendiri. Berapa asupan yang cukup untuk tubuh sayah, dan gimana biar tubuh sayah tetap sehat, tentu saja sayah hafal toh? Lha wong sayah sudah memakai tubuh ini lebih dari 27 tahun.
Nah, akhirnya keterusan, ketika break fitness karena jelang puasa, sayah tetap menggunakan pola makan (diet) yang sudah terlanjur biasa. Jadi, sayah menghilangkan nasi, tapi menggantinya dengan karbohidrat berupa oatmeal. And i like it. Sayah suka oatmeal dan sekarang bisa memakannya dengan apa aja, layaknya nasi. Suka lagi harganya, hanya 29ribu tapi bisa buat sarapan lebih dari sebulan, he he. Di luar oatmeal, sayah akan meminimalisir karbo, entah lontong, kentang (eew), jagung, singkong, ubi, ataupun sagu (ha ha, sayah pun nggak yakin tahu makanan pokok yang satu ini). Sayah banyakin makan sayur, buah dan minum air putih. It works, sayah juga ngerasa badan sayah enakan. Lebih fit. Apalagi sayah ngimbangin pola makan sayah itu dengan olahraga. Badminton 2x seminggu (masing-masing 2-3 jam), dan jalan kaki. Yup, sayah suka jalan minimal 30 menit sehari, sekalian berangkat ke kantor maksudnya. Plus exercise di rumah macam sit-up, push-up dan angkat beban dikit-dikit. It works (lagi) … sayah merasa kurusan. Timbangan terakhir sayah nunjuk angka 60-61 kilo, 2-3 minggu yang lalu.
Tapi, jika biasanya sayah bereaksi standar ketika teman super baik sayah menunjukkan ketidaksukaannya terhadap keinginan sayah untuk sehat itu (versi dia: obsesi untuk kurus), beda dengan kemarin. Sayah merasa dia tulus membenci yang sayah lakukan. Seperti dia memandang penyakit buruk, bahwa sayah “sakit”. Plus, temen sekantor sayah -kemarin juga- bilang, “Celana lo kaya celana tidur, kedodoran.” What??? Padahal itu salah satu celana the best sayah, yang dulu fit with everything.
Ditambah lagi kejadian hari ini, yang sayah nggak merasa lapar. Serem nggak sih? Padahal sayah sekarang puasa, dan makanan buka kemaren seharusnya hanya untuk mengganjal kekosongan energi sayah pada puasa sebelumnya. Sayah jadi takut.
PS: Tar buka makan nasi ah, dikit. Kan tar malem mau badminton juga.
* Tanggal 16 Juni lalu single ini premiere di radio Amerika, dan langsung bercokol di tangga ke-11 Billboard Hot 100 -dan menjadi highest Hot 100 debut Tante Mariah Carey sejak 1998. “Obsessed” pula yang menjadikan Mariah menjadi salah satu dari 8 female singer dalam sejarah yang mempunyai 40 hit (atau lebih) yang masuk ke chart. Single ini menjadi pemanasan Mariah sebelum merilis her 12th studio album, “Memoirs of an Imperfect Angel” (buset judulnya makin aneh-aneh deh) pada 29 September nanti. Ssst, konon single ini ditujukan ke Eminem yang nyindir suami Mariah, Nick Cannon, lewat “Bagpipes from Baghdad”. Kabarnya juga Eminem membalas lagi dengan merilis single “The Warning”. Ha ha ha. Bagus, berantem yang kreatif.
* Bagaimana kritikus musik berpendapat? Daniel Kreps dari Rolling Stone menyatakan, “The biting mid-tempo track is already more musically and lyrically engrossing than E=MC2 singles.” MTV menyebut lagu ini sebagai, “Glossy, flossy, and decidedly ‘urban’.” Billboard ngomong begini, “Carey has crafted a gem of a diss record” and stated it could possibly be her 19th chart-topper.” -sayangnya tak terjadi, posisi tertingginya hanya di tangga ke-11. Majalah People bahkan mengukuhkan “Obsessed” sebagai “Single of the Week”, dan menyebutnya “[a] summery midtempo bouncer”.
* Sayah? Suka sejenak saja. Padahal I used to be Mariah biggest fans. Lama-lama didengar kok annoyed by its chorus’ lyric ya? (Bagian “Boy I want to know” yang diplintir-plintir gaya Cher nyanyi “Believe”, tapi jujur line ini sempet terngiang-ngiang beberapa waktu). Apalagi temen super baik sayah yang dulu suka juga dengan singer ini malah mencaci-cacinya pun.
* Rating sayah: 2 bintang (hmm … ajah)