The Next Best Thing*

Raywilson_thenextbestthing

Here I am … sitting alone in middle-class-mall. Ha ha … sayah menyebutnya begitu karena memang jualan di dalamnya terjangkau untuk ukuran kantong kelas menengah. Jadi sayah masuk kategori menengahkah? He he, terlalu pongah sih, tapi kalau dibilang kelas bawah, ya kok kebangetan. Bisa makan 3 kali sehari (bahkan bisa milih-milih menu makanan) itu kan nggak bisa dibilang kelas bawah bukan?

Oke, bali lagi ke middle-class-mall. Sayah ke sini karena … butuh me time. Waktu untuk diri sayah sendiri, waktu untuk menikmati waktu tanpa perlu kompromi dengan orang lain. Waktu untuk memencet tombol “pause”. Sayah sedang penuh dengan printilan-printilan yang tak berhenti mengalir; di mana printilan satu kadang membuat sayah harus menyisihkan printilan yang lain. Sedihnya, sayah seringkali jadi terlupa untuk mengerjakan printilan yang biasanya sayah lakukan.

Opo tho printilan itu? Urusan hidup saudara-saudara. Ya kerjaan, ya masalah keluarga, pertemanan things, kehidupan cinta, tetek bengek hidup di kota macet Jakarta, rutinitas-rutinitas sebagai anak kontrakan. Perlu digarisbawahi, sayah tidak membicarakan (menuliskan) printilan itu dalam konteks mengeluh. Sayah justru sedang fase menikmati printilan. Yakin menikmati? Hmm … yang jelas, ketika telepon seluler sayah hilang kemarin (satu printilan nih), sayah kok merasa tidak sedih or kecewa banget ya (tapi ya Alloh, bukan berarti sayah menantang Tuhan untuk memberikan ujian yang lebih berat lho, knock knock knock). Yang sayah pikirkan waktu itu hanya, “Ok hape ilang, artinya sayah memang sudah saatnya ganti. What next?” Dan “next” itu langsung hadir di depan mata. Tanpa memberikan sayah waktu untuk mengecewai hape yang ilang.

Salah satu “next” itu: pekerjaan baru (tentu plus kantor baru, lingkungan baru, tanggung jawab baru, rute perjalanan baru). Ini sudah pe-er banget di kepala sayah: berangkat lebih siang namun harus spend waktu lebih banyak dengan tenaga dan mental lebih strong (macet, antri busway, gerah). Lalu beradaptasi jobdesk dengan membersihkan sisa-sisa pekerjaan peninggalan orang sebelumnya yang ribet banget. Terus, bidang kerja plus lingkungannya yang beda banget bahkan bahasanya.

“Next” berikutnya: urusan rumah kontrakan. Semenjak pembantu resign pasca Lebaran, rumah makin kotor. Dan pembantu baru yang baru dua hari aktif, punya jam masuk siang hari yang tentu saja tidak bisa sayah supervisi. Sebagai orang yang gatel untuk masalah kebersihan dan kerapian, tentu menjadi printilan sendiri menyaksikan rumah tak jauh beda ketika belum ada pembantu baru. Nggak bisa berbuat apa-apa karena teman-teman sekontrakan lain sepertinya nggak mau mensupervisi, dan hanya bisa protes ke sayah -yang memang sudah bisa mengurusi aktivitas rumah tangga di kontrakan itu. Inginkah sayah marah pada pembantu itu? Sama sekali tidak lho, it’s just another printilan.

So … here we again. I trapped in a middle-class-mall. Menghadapi printilan lain, menghabiskan waktu hingga 2 jam ke depan agar lalu lintas jalan sudah mereda. Toh kebetulan di luar hujan. Kebetulan lagi sayah harus mengurus simcard hape sayah yang ilang. Printilan menghabiskan waktu terenyahkan dari pikiran karena sayah harus menghadapi printilan simcard dan menghindari hujan. Jadi, buat apa mengkhawatirkan another “next” printilan. Yang perlu sayah lakukan adalah meyakini bahwa sayah sedang menunggu “the next best thing” …  MY NEXT BEST THING.

* Single ini ada di track terakhir dari album kedua Ray Wilson yang bertajuk sama: “The Next Best Thing”. Tak terlalu sukses, baik di Amerika maupun benua asal Wilson, Eropa. Pria kelahiran Skotlandia ini juga pernah menjadi vokalis band Stiltskin dan Genesis [menggantikan Phil Collins yang cabut pada tahun (1996)].

* Rating sayah: 0 (belum pernah denger, he he)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.